Senin, 29 Februari 2016

Puisi Persatuan

Jua
By : Deny R

Pagi buta berlinang darah
Menyusuri tepian medan saksi kehidupan
Terjebak irama mengharu biru
Ribuan keris tertanam manis
Teringat pesona rencong cerminan diri

Inikah insan beradab?
Itukah makhluk sempurna?

Perlahan lautan api meredam pergi
Terhanyut senyuman hitam keadaan
Berbondong jalinan suci bernostalgia
Mencoret redubnya sutra terselip luka

Terlinang moleknya berlian berjalan pergi
Terlena akan fatamorgana hari
Barisan penghancur menanti azal
Menerjang jeritan penjaga hati

Tersudut diantara semak pengintai
Menunggu acuan untuk menghadang
Akulah sang penantang !!!
Sembunyi hingarnya daku
Berduka lucunya kilas
Topeng rindu pembohong anda

Menghirup luka rusuh syarat hayat
Tancap kuning melayang sadis
Membuka lembaran merah tanda kebencian
Pita kuning menyilau nurani

Entahlah….
Adakah kata esok?
Mungkinkah itu?

Ya, tertatih tubuh mengenang pilu
Pena pekat penghantar tidur
Tangisan batin menghantam sukma

Pasrah
Itulah kata alibi
Tergambar abstrak dalam benak
Setiap akhir penantian

Perjuangan petaka ilahi